Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air Minum

 
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002

TENTANG
SYARAT-SYARAT DAN PENGAWASAN KUALITAS AIR MINUM
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a. bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu dilaksanakan berbagai upaya kesehatan termasuk pengawasan kualitas air minum yang di konsumsi oleh masyarakat;
b. bahwa agar air minum yang di konsumsi masyarakat tidak menimbulkan gangguan kesehatan perlu menetapkan persyaratan kesehatan kualitas air minum;
c. bahwa sehubungan dengan huruf a dan b tersebut diatas, perlu ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum;

Mengingat :
1. Undang–Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3273);
2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3469);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
4. Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);
5. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 Tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3225);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara 4190)
10. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Pencemaran Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4161 );
11. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan;  
Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here

Pengertian Filariasis, Plasmodium, dan Toxoplasma

Di PPT ini terdapat pengertian filariasis, plasmodium, dan toxoplasma. Infeksi karena filaria, filaria merupakan nematoda/cacing gelang. Plasmodium merupakan kelompok atau genus dari protozoa(mikroorganisme yang menyerupai hewan) yang parasit. Toxoplasma Merupakan penyakit menular hampir pada semua hewan termasuk pada manusia.Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here

Pengertian Helmint Ascariasis, Thypus Abdominalis dan Leptospirosis

Di PPT ini terdapat pengertian helmint ascariasis, thypus abdominalis, dan leptospirosis. Helmint merupakan cacing parasitik yang menginfeksi semua bentuk kehidupan hewan dan tumbuhan. Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang juga pada aliran darah yang disebabkan oleh Bakteri Salmonella Typhosa. Leptospirosis adalah penyakit yang dialami manusia dan hewan, disebabkan oleh bakteri leptospira, biasa ditemukan dalam air seni dan sel-sel hewan yang terkena.Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here

Pengertian Hepatitis, Tetanus, Difteri, dan Pertusis

Di PPT ini terdapat pengertian hepatitis, tetanus, difteri dan pertusis. Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati. Yang berasal dari dua kata yaitu “hepa” berarti kaitan dengan hati, dan “itis” berarti radang.Hepatitia A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, dan Hepatitis E. Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin. Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri Corynebacterium diphtheriae.Pertusis adalah infeksi saluran pernafasan yang ditandi dengan keras yang tidak terkontrol yang menyebabkan kesulitan bernafas dan dapat menimbulkan suara batuk rejan sewaktu menarik nafas.Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here

Pengertian Campak, Demam BerdarahDengue, dan Tuberkolosis (TBC)

Di PPT ini terdapat pengertian campak, gejala, komplikasi, diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan waktu inkubasi. Pengertian Demam berdarah dengue, penularan DBD, proses timbulnya DBD, dan pencegahan. Pengertian tuberkolosis (TBC), Streptococcus, Stafilococus.Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here

Pengertian Patofisiologi Dan Patofisioanatomi, Inflamasi atau Peradangan, Jenis-jenis Infeksi

Di PPT ini terdapat Pengertian Patofisiologi Dan Patofisioanatomi, Inflamasi atau Peradangan, tujuan dan tanda-tanda inflamasi, tahap inflamasi, macam-macam inflamasi atau radang, infeksi, tahap infeksi, jenis-jenis infeksi. Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here

Laporan Perkenalan Alat

Laporan tentang perkenalan alat yang akan di gunakan dalam praktik laboratorim ataupun praktikum dilapangan. Didalam laporan ini terdapat nama, gambar, fungsi, dan cara kerja. Untuk lebih lengkapnya silahkan Download here
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kesehatan Lingkungan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger